Pada mata kuliah Pendalaman Materi, mahasiswa menempuh mata kuliah dengan aktivitas analisis materi pembelajaran berbasis masalah, literasi, numerasi, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Dalam melaksanakan aktivitas pendalaman materi, Mahasiswa merujuk pada bahan kajian berikut:
Pemahaman tentang Peserta Didik dan Pembelajarannya;
Pembelajaran Sosial Emosional;
Prinsip Pembelajaran dan Asesmen; dan
Bahan kajian lainnya yang telah tersedia di Platform Merdeka Mengajar dan direkomendasikan oleh Dosen pengampu jika diperlukan.
Catatan: bahan kajian disesuaikan dengan bidangnya
Aktivitas pembelajaran pada Pendalaman Materi dilakukan secara daring dengan beban belajar 5 (lima) sks. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui tiga langkah, yaitu:
Langkah 1: Identifikasi masalah;
Langkah 2: Eksplorasi penyebab masalah; dan
Langkah 3: Penentuan penyebab masalah.
Langkah identifikasi masalah merupakan upaya untuk menemukenali permasalahan yang dihadapi dalam tugas keseharian guru, meliputi: pengelolaan lingkungan sosial emosional belajar siswa, membangun relasi dengan siswa, melakukan disiplin positif, pemberian feedback, metode pembelajaran, masalah motivasi, materi HOTS, literasi numerasi, miskonsepsi, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, asesmen, interaksi dengan orang tua siswa, menggunakan model-model pembelajaran inovatif, dan masalah pembelajaran lainnya.
Langkah eksplorasi penyebab masalah merupakan upaya untuk menggali penyebab masalah yang telah diidentifikasi pada Langkah 1 (satu). Mahasiswa dapat melakukan riset dengan melakukan kajian literatur, wawancara guru/kepala sekolah/ pengawas sekolah/rekan sejawat di sekolah, wawancara pakar dan pihak terkait lainnya dengan bimbingan/arahan Dosen dan Guru Pamong.
Langkah penentuan penyebab masalah dilakukan dengan cara menentukan akar penyebab masalah yang paling mendekati terhadap konteks yang dihadapi guru di kelas/sekolahnya, dan menjelaskan alasannya. Dalam melakukan penentuan penyebab masalah tersebut, mahasiswa berkonsultasi dengan Dosen, Instruktur, dan Guru Pamong. Mahasiswa mempresentasikan akar penyebab masalah yang dipilih, disertai dengan penjelasan tentang kajian/analisis penentuan penyebab masalah tersebut. Pada bagian akhir kegiatan, Mahasiswa wajib menentukan 1 (satu) masalah serta akar penyebabnya yang paling sesuai dengan tugas keseharian guru.
Mata kuliah Pengembangan Perangkat Pembelajaran (Desain Pembelajaran Inovatif) memiliki beban belajar 3 (tiga) sks. Mahasiswa menempuh mata kuliah dengan aktivitas merancang pembelajaran inovatif.
Dalam melaksanakan aktivitas merancang pembelajaran inovatif, Mahasiswa mengacu pada bahan kajian perancangan dan pengembangan kurikulum.
Kegiatan pembelajaran mata kuliah ini terdiri atas empat langkah:
Langkah 4: Eksplorasi alternatif solusi;
Langkah 5: Penentuan solusi;
Langkah 6: Pembuatan rencana aksi; dan
Langkah 7: Pembuatan rencana evaluasi.
Langkah eksplorasi alternatif solusi dilakukan dengan cara mencari sejumlah alternatif solusi dari penyebab masalah yang sudah ditentukan pada Langkah 3, dengan melakukan riset sederhana melalui kajian literatur, wawancara guru/kepala sekolah/pengawas sekolah/rekan sejawat di sekolah, wawancara pakar, dan lainnya yang relevan, serta melakukan analisis kekuatan dan kelemahan (pros dan cons) masing-masing alternatif solusi. Sedangkan untuk bidang BK, eksplorasi alternatif solusi diambil dari data hasil asesmen kebutuhan.
Langkah penentuan solusi dilakukan dengan cara melakukan analisis solusi yang paling relevan dari alternatif solusi yang telah dieksplorasi. Pada analisis penentuan solusi tersebut Mahasiswa berkonsultasi dengan Dosen, Instruktur, dan Guru Pamongnya. Selanjutnya Mahasiswa mempresentasikan hasil analisis solusi atas solusi yang telah dipilihnya disertai dengan penjelasan mengapa ia menentukan solusi tersebut.
Langkah pembuatan rencana aksi dilakukan dengan membuat strategi implementasi berdasarkan penentuan solusi pada Langkah 5. Strategi implementasi ini meliputi pembuatan perangkat ajar dan dapat dilengkapi dengan bentuklainnya yang relevan terhadap pemecahan masalah yang telah diidentifikasi serta relevan terhadap pilihan solusi. Mahasiswa berkonsultasi dengan Dosen, Instruktur, dan Guru Pamong serta melakukan kajian literatur, wawancara guru/kepala sekolah/pengawas sekolah/rekan sejawat di sekolah, wawancara pakar, dan lainnya yang relevan.
Langkah pembuatan rencana evaluasi dilakukan dengan cara membuat instrumen untuk mengukur ketercapaian rencana aksi (Langkah 6) dalam menyelesaikan masalah. Instrumen dapat berupa jurnal refleksi, video, lembar observasi, wawancara, survei kepada siswa/guru/ kepala sekolah/pengawas sekolah/orang tua, artefak hasil belajar siswa, dan sebagainya.
Kegiatan pengembangan perangkat pembelajaran diakhiri dengan reviu perangkat pembelajaran secara klasikal di bawah bimbingan Dosen dan Guru Pamong.
Khusus pada siklus 1, perkuliahan pengembangan perangkat pembelajaran dilanjutkan dengan uji komprehensif.
1.3. Praktik Pengalaman Lapangan
Mata kuliah PPL dilaksanakan dalam bentuk aktivitas praktik pembelajaran inovatif dengan beban belajar sebesar 4 (empat) sks. Kegiatan ini terdiri atas dua langkah:
Langkah 8: Pelaksanaan rencana aksi dan rencana evaluasi; dan
Langkah 9: Refleksi dan rencana tindak lanjut.
Langkah 8 (pelaksanaan rencana aksi dan rencana evaluasi) merupakan implementasi dari Langkah 6 dan Langkah 7 yang dilaksanakan pada MK Pengembangan Perangkat Pembelajaran. Pada langkah ini, mahasiswa PPG Daljab diharapkan dapat melaksanakan praktik pembelajaran inovatif yang telah dirancang pada Langkah sebelumnya, dan merekamnya dalam bentuk video. Rekaman pembelajaran tersebut diedit sehingga menghasilkan video berdurasi 20-30 menit yang berisi pembelajaran secara komprehensif yang meliputi tujuan, langkah-langkah pembelajaran, dan asesmen. Kemudian tautan video yang telah diedit diunggah ke dalam LMS. Video yang diunggah akan dinilai dengan menggunakan rubrik Penilaian Video Praktek Pembelajaran.
Untuk setiap pelaksanaan rencana aksi dan rencana evaluasi, Dosen Pembimbing dan Guru Pamong melakukan observasi pembelajaran (sit in) mahasiswa PPG Daljab paling sedikit 1 (satu) kali dalam satu siklus. Setelah sit in, Dosen, Guru Pamong, dan mahasiswa PPG Daljab berdiskusi untuk mengevaluasi pelaksanaan praktik pembelajaran yang diobservasi melalui video conference.
Pada langkah 9, mahasiswa PPG Daljab menyusun refleksi dan rencana tindak lanjut untuk perbaikan pembelajaran yang mencakup dua kegiatan pokok, yaitu: refleksi tentang praktik pembelajaran inovatif serta penyusunan rencana tindak lanjut. Dalam langkah ini, mahasiswa mengidentifikasi kekuatan dan tantangan serta menemukan makna dari pengalaman praktik pembelajaran. Selanjutnya mahasiswa mempresentasikan hasil refleksi kepada Dosen dan Guru Pamong untuk diberikan umpan balik.
Dosen dan Guru Pamong memberikan penilaian dan umpan balik (feedback) terhadap produk bahan refleksi yang dibuat oleh mahasiswa PPG Daljab..Selanjutnya mahasiswa mengunggah lessons learned berdasarkan umpan balik (feedback) yang diberikan ke akun guru berbagi, media sosial, atau platform lainnya, kemudian menyerahkan lesson learned dan bukti unggah tersebut (seperti tautan, tangkapan layar, dll.) kepada Dosen dan Guru Pamong.